JAKARTA – Alih-alih takut akan kemungkinan mesin menggantikan manusia, di Lembah Robot, mesin memiliki misi paling mulia: untuk membantu dan melindungi manusia, terutama dalam situasi berbahaya.
Bayangkan memasuki sebuah ruangan di mana robot humanoid dengan riang melambaikan tangan, menari dengan anggun, atau bahkan memamerkan kekuatan mereka melalui seni bela diri dan pertunjukan akrobatik yang terampil.
Berpindah ke sudut lain, Anda akan menemukan robot yang dengan cekatan mengambil cangkir dan menyajikan popcorn panas kepada pelanggan, sementara mesin cerdas lainnya berubah menjadi petugas toko kelontong yang gesit atau dengan penuh perhatian melayani Anda di tempat-tempat yang familiar seperti perpustakaan dan restoran.
Momen interaktif yang hidup dan praktis ini langsung membangkitkan kenangan akanduniaajaib Doraemon, kucing robot mahakuasa, dari masa kecil kita.
Mimpi itu tidak lagi terbatas pada halaman komik fiksi ilmiah, tetapi menjadi kenyataan setiap hari di “Lembah Robot” di Shenzhen, Tiongkok – di mana kesenjangan antara manusia dan dunia teknologi telah menyempit ke tingkat yang sangat dekat.
Area pameran yang menampilkan produk teknologi robotika dari Robot Valley.
Sebuah tempat yang memupukdunia masa depan dengankecepatankilat.
Terletak di antara Gunung Tanglang dan Gunung Yangtai di Distrik Nanshan, Shenzhen, Lembah Robot mencakup area seluas kurang lebih 28 kilometer persegi. Lembah Robot berfungsi sebagai “jantung” strategis dalam rantai pasokan teknologi tinggi global.
Kawasan ini bukan hanya rumah bagi lebih dari 200 perusahaan robotika (termasuk raksasa seperti DJI dan 14 perusahaan yang terdaftar di bursa saham), tetapi juga pusat bagi 11 universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Kota Sains danPendidikanInternasional Danau Xili.
Selain itu, perlu dicatat bahwa kekuatan sebenarnya dari lembah ini terletak pada kecepatan dan integrasi yang erat dari rantai pasokannya.

